Rangkuman Bab 5

 Bab V > Menyajikan Teks Diskusi 


Teks diskusi disusun untuk menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif yang berbeda terhadap suatu permasalahan.


Gagasan dan argumen dari semua sisi dievaluasi sebelum menentukan keputusan. Teks Diskusi ( Lisan maupun Tulis) dapat menguji topik yang kontroversial menggunakan argumen secara langsung terhadap topik, dan harus meyakinkan.


Bahasa pada Teks Diskusi

Penggunaan bahasa yang efektif sangat penting dalam teks untuk tujuan persuasif, khususnya diskusi.


- Audiensi : apakah bahasa yang kamu gunakan dapat meyakinkan pembaca atau pendengar?

- Gagasan : apakah kata kata yang kamu gunakan mampu menjelaskan dan menghubungkan gagasan/ argumen serta alasan?

- Sarana Persuasif : Apakah jelas gambaran posisi ( Pendapat) penulis dan mencoba meyakinkan pembaca atau pendengar?"

- Kosakata : apakah kosakata yang kamu gunakan sesuai dengan topik dan konteks tugas?

- Kohesi : Apakah kamu menggunakan dengan tepat: kata rujukan, kata ganti, koniungsi , dan kata hubung dalam kalimat dan paragraf?


Kata- kata yang digunakan yang menunjukan waktu kini dan menunjukan apa yang sedang terjadi, misalnya adalah , Merupakan, sedang, artinya, perlu, bertindak, hentikan, selamatkan, perang, kehilangan, perbaiki. 


Kata yang mewakili perasaan dan perasaan membawa emosi dari pandangan penulis, misalnya , Percaya, yakin , pikir, rasa , suka, kagum, senang,terkejut , ragu, harap.


Kata emotif melibatkan pikiran pembaca seakan pembaca melihat persoalan seperti yang kita pikirkan , misalnya , Ganas , unik , liar, buas, berharga, istimewa, kumal, menakjubkan, berbahaya, brutal, sejuk, lembut.


Bahasa Evaluatif untuk mengkaji argumen dan bukti pendukung, misalnya, penting, sederhana, berpikiran sempit, mengancam, sangat jelas , menguntungkan bagi masa depan, lebih mudah, diharapkan


Konjungsi dan penanda Kohesi-Koherensi. konjungsi digunakan untuk menggabungkan dua gagasan dalam satu kalimat. Sementara konektif digunakan untuk mengkaitkan gagasan di antara kalimat dan paragraf yang berbeda.


Misalnya : Dan, tetapi, namun , bagaimanapun, alasan lain mengapa dan juga 


Pembagian Konjungsi 

Waktu : Seudah, setelah itu, sebelum, sehabis

Syarat : Jika , kalau , jikalau, asal( kan), bila , manakala

Pengandaian: Andaikan , seandainya

Tujuan : Agar, supaya, biar

Konsensif : Biarpun , meski(pun), sekalipun, walau(pun)

Pemiripan: Seakan akan, seolah-olah

Penjelasan : Bahwa

Cara : dengan 

Urutan : Lalu, terus , kemudian

Comments